Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun

1469 Viewed Santi
pemberontakan pki di madiun

BukaFakta.com – Pemberontakan PKI di Madiun tidak bisa lepas dari jatuhnya Kabinet AMIR Syarifuddin tahun 1948, yakni tertanda-tanganinya perundingan Renville yang merugikan Indonesia sehingga Amir Syarifuddin lengser dari Kabinetnya dan digantikan oleh Kabinet Hatta.

Sejak saat itu beliau merasa sangat kecewa selanjutnya ia membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) tanggal 28 Juni 1948. FDR ini didukung oleh Partai Sosialis Indonesia, PKI, SOBSI. Pada tanggal 11 Agustus 1948, Muso datang dari Moskow. Semenjak kedatangan Muso bersatulah kekuatan PKI dan FDR, dibawah arahan Muso dan Amir Syarifuddin gerakan PKI ini memuncak pada tanggal 18 September 1948.

BACA JUGA :  Mendikbud Tetap Optimis, UNBK SMA Pasti Lancar, Meski Jaringan Bermasalah

Upaya Bangsa Indonesia Menumpas PKI Madiun

Presiden Soekarno dan Moh Hatta segera melancarkan operasi pembasmian dengan GOM (Gerakan Operasi Militer). Panglima Jendral Soedirman kemudian mengeluarkan perintah harian yang berisi menunjuk Kolonel Gatot Soebroto sebagai Gubernur Jateng dan Kolonel Sungkono Gubernur Militer Jatim.

Yang diperintahkan untuk memimpin dan menggerakkan pasukan untuk menumpas pemberontakan PKI di Madiun dan sekitarnya. Pada tanggal 10 September 1948 situasi di Madiun segera dapat dikendalikan oleh pemerintah Indonesia. Muso tewas di Ponorogo, Amir Syarifuddin tertangkap di Purwodadi.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts