2:45 pm - Sunday 11 April, 2021

23 Pasukan Filipina Meninggal Karena 7 Truk Meledak (Versi ISIS)

Apr 16, 2016 757 Viewed Sinta Rizki
Versi ISIS

BukaFakta.com – Berdasarkan kelompok dari Islamic State atau ISIS telah mengklaim bahwa dirinya ikut bertanggung jawab karena tewasnya sejumlah pasukan Filipina kala bertempur melawan Abu Sayyaf saat berada di Basilan, pada hari Sabtu yang lalu. Berdasarkan laporan dari ISIS, ada sejumlah 23 pasukan Filipina yang telah meninggal dunia karena saat itu ada 7 truk yang kemudian langsung diledakkan.

Karena sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf pun pernah menyatakan sumpah setia kepada ISIS di beberapa waktu yang lalu. Namun, hingga kini militer dari Filipina mengaku sedang menyelidiki atas keterkaitan ISIS dengan Abu Sayyaf yang dibawahi oleh Abu Bakar Al Baghdadi.

Jadi, klaim yang dikatakan oleh ISIS justru berbeda sekali dengan apa yang dikatakan oleh militer Filipina, dimana kabarnya ada sejumlah 18 tentara Filipina yang tewas saat bertempur selama 10 jam di hari sabtu yang lalu.

BACA JUGA :  Pesawat Militer India Menghilang, 29 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

Padahal, dalam pernyataan onlinenya oleh ISIS mengatakan bahwa dengan kasih dan karunia Tuhan, pihaknya bisa meledakkan 7 truk yang sedang membawa pasukan.

Hal ini justru berbeda, karena berdasarkan juru bicara dari komando Mindano Barat, yaitu Mayor Filemon Tan Jr menyatakan dari sejumlah 23 yang tewas dalam pertempuran tersebut, ada 18 dari pasukannya, sedangkan sisanya yang 5 militan adalah kelompok dari Abu Sayyaf, termasuk juga dengan Ubida, seorang putra dari Hapilon.

Yang pasti, kelompok Abu Sayyaf ini sudah ada dari tahun 1991 dan mereka selalu memerangi pemerintahan Filipina. Bahkan, di bulan Juli 2014 yang lalu, kelompok inipun tengah melakukan bayah, yaitu sumpah setia terhadap ISIS atau Daesh.

BACA JUGA :  Turis Jerman Digilir 2 Pria dan Diculik di India

Sementara di bulan Maret 2016, ada salah satu dari faksi Abu Sayyaf yang kemudian membajak awak kapal yang lewat dengan membawa 10 WNI (Warga Negara Indonesia) dimana sampai saat ini belum juga dibebaskan.

Hanya saja, berdasarkan laporan dari Menteri Luar Negeri dari Indonesia, yaitu Retno Lestari Priansari Marsudi menyatakan bahwa 10 WNI yang tengah ditawan tersebut sedang tidak berada di area medan tempur di Basilan, atas penyerangan dari Militer Filipina terhadap Abu Sayyaf. Karena, sampai saat ini, Menlu Retno secara rutin berkomunikasi kepada pihak otoritas Filipina dimana mereka menegaskan bahwa kondisi 10 WNI sedang dalam kondisi yang cukup baik. Tinggal ditunggu saja waktu untuk membebaskan semuanya, supaya semua yang ditawan bisa segera bebas dan menghirup udara yang segar.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts