2:13 pm - Selasa Juni 25, 2019

Ade Armando: Orang Bodoh Pilih Anies, Orang yang pintar pilih Ahok

627 Viewed Sinta Rizki

Pencoblosan yang dilakukan dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta dalam putaran yang kedua sudah terlewati, tepatnya di tanggal 19 April 2017 yang lalu. Berdasarkan dalam perhitungan yang cepat dari sejumlah lembaga yang menangani survey, saat itu juga pasangan dari Anies dan Sandi jauh lebih unggul bahkan telak dari calon petahana, yaitu pasangan Ahok dan Djarot.

Namun ternyata, meskipun pencoblosan sudah berakhir, ada beberapa warga yang ada di dunia maya atau netizen masih saja ramai membicarakan tentang pemilihan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Salah satu dari mereka adalah pengamat komunikasi yang berasal dari Universitas Indonesia, yaitu Ade Armando.

Dalam sebuah postingan yang telah diunggahnya dalam sebuah akun FB miliknya, seorang dosen komunikasi dari UI tersebut telah menulis sebuah status tentang Pilgub DKI Jakarta.  Ade mengatakan bahwa kekalahan Ahok dalam pilgub DKI Jakarta tersebut mempunyai arti bahwa orang bodoh lebih banyak jumlahnya dari orang yang pintar yang ada di DKI.

BACA JUGA :  Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon Akan Ditutup Oleh Wakil Presiden

Karena orang pintar itu sudah pasti memilih Ahok, sedangkan orang bodoh pasti memilih Anies. Jadi, bila sekarang ini Ahok sampai kalah, itu artinya jumlah dari orang bodoh tersebut lebih banyak dari orang yang pinter. Begitulah tuturnya dengan simple. Melihat status tersebut, serontak status itupun langsung ramai dibicarakan oleh para netizen. Sampai dengan pukul 7.35 WIB, status tersebut sudah 258 kali dishare dan ada sejumlah 1.664 netizen yang langsung berkomentar.

BACA JUGA :  Akibat Banjir Cipinang Melayu, Pengungsi Terus Bertambah

Ketika dikonfirmasi, dengan santainya Ade Armando membenarkan bila status FB itu memang ditulisnya. Bahkan, dia mengakui bahwa dia mempunyai alasan kenapa sampai menulis status itu. Karena memang selama ini banyak pendukung Ahok yan gtelah dihina. Beberapa mengatakan bila mendukung Ahok itu sama saja kafir dan akan masuk neraka. Jadi, tidak boleh di shalati. Bukankah itu jauh lebih merendahkan dan lebih parah? Begitulah katanya dalam sambungan telepon saat dikonfirmasi.

Bahkan dia pun mempertanyakan kenapa warga DKI tidak memilih Ahok? Padahal, kenyataan membuktikan bahwa Ahok bagus saat memimpin DKI Jakarta.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts