2:22 pm - Jumat Juli 28, 2017

AMAN: FREEPORT Hentikan Program PHK Sejak Maret

360 Viewed Sinta Rizki

Banyak pro dan kontra dengan keberadaan Freeport di Indonesia setelah sekian lama eksistensi perusahaan tersebut seakan membawa dampak buruk bagi pembangunan di Indonesia. Terlebih dengan aksi Freeport yang melakukan PHK kepada sejumlah karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perumahan Rakyat Mimika, Papua, Septinus Somilena mengatakan bahwa PT Freeport Indonesia beserta dengan perusahaan privatisasi lainnya yang ada di Indonesia telah menghentikan pengurangan karyawan di perusahaan tersebut sejak akhir Maret 2017 ini.

Selain itu, Septinus Somilena juga menjelaskan bahwa pemberhentian aksi PHK tersebut sudah termasuk Freeport yang merumahkan karyawan maupun perusahaan privatisasi yang selama ini mem-PHK karyawannya sejak 27 Maret lalu sudah berhenti.

Sayangnya, pemberhentian yang dilakukan oleh Freeport ini belum dapat dipastikan apakah hanya bersifat sementara atau permanen. Septinus juga mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai karyawan yang sudah di-PHK tersebut akan dirumahkan atau bahkan dapat dipanggil untuk kembali bekerja oleh perusahaan yang bersangkutan.

BACA JUGA :  Tertarik Bisnis E-Commerce? Ini Langkah untuk Memulai!

Beliau memberikan saran kepada Freeport dan juga perusahaan privatisasi lainnya untuk mempekerjakan kembali para karyawan yang mengalami pengurangan tersebut sesuai dengan penilaian dan pertimbangan internal perusahaan tentunya.

Berdasarkan data yang bersumber dari Disnakertrans-PR Mimika, Freeport dan juga perusahaan privatisasi lain telah melakukan pengurangan karyawan sebanyak 2.200 jiwa, terhitung sejak 12 Februari-27 Maret 2017. Jumlah tersebut jika dirincikan terdiri dari 200 karyawan dari PT Freeport yang dirumahkan, dan sebanyak 2.000 karyawan privatisasi yang di-PHK.

BACA JUGA :  Pasar e-commerce Indonesia Melesat di Tahun 2020

Informasi terkait dengan adanya pengurangan karyawan yang dilakukan oleh Freeport dan beberapa perusahaan privatisasi tersebut sudah mencapai 3.000 lebih karyawan tersebut dirasa tidak benar, karena setiap penguran yang dilakukan tersebut, baik oleh Freeport atau perusahaan privatisasi lain selalu diinformasikan kepada Disnakertrans-PR Mimika.

Adapun PHK dan juga langkah merumahkan karyawan yang dilakukan Freeport dan perusahaan privatisasi tersebut merupakan dampak dari terhentinya seluruh aktivitas produksi perusahaan-perusahaan tersebut sejak bulan Februari silam.

Sehingga hal ini memunculkan keprihatinan secara mendalam bagi berbagai kalangan dan juga elemen masyarakat tak hanya di Papua namun juga di seluruh Indonesia.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts