11:50 am - Monday 27 September, 2021

Gempa Jepang 7,4 SR Dimanfaatkan Untuk Pengujian Sistem

Nov 22, 2016 1015 Viewed Dean

BukaFakta.com – Tepat pada hari ini 22 November 2016 pagi tadi Jepang telah terkena Gempa yang berkekuatan 7,4 SR di pesisir timur Jepang. Akibat gempa yang cukup besar dirasakan di Jepang tersebut pemerintah Jepang sempat memberikan peringatan akan bahwa Tsunami. Oleh karena itu pemerintah Jepang pun memerintahkan untuk melakuakn evakuasi sebagai tindakan antisipasi.

Akan tetapi setelah gempa reda pemerintah Jepang pada pukul 09.45 telah mencabut pperingatan tsunami. Hal ini karena pemerintah Jepang telah mengamati bahwa potensi Tsunami yang akan terjadi sangat kecil kecuali di ppesisir pantai Pasifik Jepang.

Gempa yag cukup kuat tersebut diketahui tidak mengakibatkan kerusakan yang cukup berarti. Meski merasa shok pemerintah Jepang memiliki keuntungan pasca terjadi Gempa ini. Pasalnya dengan adanya gempa ini Jepang dapat menguji sistem yang telah digunakan sejak tahun 2011 lalu.

BACA JUGA :  Aneh tapi Nyata, Pria ini Menjadi Anjing, Ini Alasannya!

Pacific Tsunami Warning Center ini melakukan monitoring psecara terus menerus pada nilai penghitungan seismometer yang terdapat diseluruh dunia. Setelah mendeteksi adanya getaran gempa maka sistem ini akan mendeteksi getaran tersebut. Setelah itu pihak Jepang akan menerima notifikasi akan adanya bahaya gempa pada 3-4 menit kemudian.

Flashback pada gempa yang terjadi pada tahun 2011 lalu, dalam memberikan peringatan pemerintah Jepang dirasa terlalu cepat. Akibatnya perkiraan yang diberikan oleh masyarakat meleset ternyata gempa tak sebesar yang diumumkan dan akhinya masyarakatpun kembali berbondong bondong kembali kerumah merea sebelum gelombang terbesar menghantam kediaman mereka.

BACA JUGA :  Gempa Jepang 7,3 SR : Apakah Pertanda Akan Tsunami Lagi?

Oleh karena itu kejadian tersebut dijadikan pelajaran oleh pemerintah Jepang. Kini Badan Meterorologi Jepang memberlakukan prosedur analisanya yang baru dimana analisanya kali ini berdasarkan kekuatan maksimal sebuah gempa serta memberikan peringatan terhadap masyarakat secara berkala.

“Dilihat dari kejadian ini, mereka cukup sukses,” kata Fryer, seperti yang dikutip dari The Verge.

Seperti yang kita ketahui dampak dari tsunami yang terjadi ditahun 2011 silam hingga kini memang belum hilang. Ledakan yyang terjadi di Fukushima telah menyebabkan tiga reaktor milik PLTN Fukushima mengalami kebocoran. Akibat kebocoran tersebut radiasi yang ada didalamnya pun keluar dan menyemari udara dan laut. Untuk menghilangkan efek radiasi tersebut dibutuhkan setidaknya 40 tahun lamanya

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts