5:12 am - Selasa September 17, 2019

Karena Menolak, 250 Wanita Ini Digorok ISIS

635 Viewed Sinta Rizki
Karena Menolak  Wanita Ini Digorok ISIS

BukaFakta.com – Ada sekitar 250 perempuan yang berasal dari Irak tetap pada pendiriannya untuk kukuh mempertahankan harga dirinya, dan sebanyak itulah kelompok penjahat ISIS menggorok 250 perempuan tersebut di Negara Islam di Irak dan Suriah.

Nyawa para perempuan ini dihabisi karena memang menolak untuk dijadikan budak seks atau akan dijadikan wanita bergilir untuk para penganut ideologi kekerasan dan kekejaman, yang tindakannya sangat kejam bahkan bertindak melebihi malaikat penyabut nyawa.

Laporan yang menjelaskan dari sebuah situs berita Daily Mirror pada hari Kamis (21/4/2016) pada sore hari, menjelaskan bahwa perempuan itu tetap tegar dan tidak takut dengan algojo – algojo ISIS yang sudah siap untuk menggorok leher mereka satu persatu.

Dan para perempauan ini tidak ada satupun yang menyerah karena mereka lebih memilih mati bersimbah darah dari pada harus melihat wajah bengis yang akan melakukan tindakan seksual dengan menggilir mereka setiap hari untuk bisa memenuhi hasrat seks keompok penjahat tersebut.

BACA JUGA :  Malaysia Kini Tutup Perbatasan dengan Area Filipina

Perempuan pemberani yang berasal dari Irak ini dibantai dengan keji di Mosul, yang merupakan kota terbesar kedua Irak yang terletak di bagian utara negara itu. Mosul sendiri memang sedang dalam penguasaan anggota kelompok ekstrimis ISIS.

“Sedikitnya sejumlah 250 perempuan Irak sudah dieksekusi oleh para pelaku militan ISIS, hal ini terjadi karena menolak untuk menjadi budak seks,” kutipan yang ditulis ileh Daily Mirror dengan menggunakan propaganda “gerombolan penjahat” tersebut.

Sebelumnya militan ISIS ini memberikan dua penawaran yaitu, perempuan tersebut mau menerima kawin kontrak atau lebih memilih untuk dieksekusi. Dan mereka dengan tegas tidak menerima penawaran pertama dan mereka kukuh lebih baik mati dengan cara apapun.

BACA JUGA :  Penulis Irshad Manji, Lesbian Akhirnya Menikah dengan Lesbiannya

Karena kawin kontrak yang diinginkan ISIS dilaporkan memiliki rentang waktu tertentu mulai dari seminggu sampai beberapa bulan saja. Dan kemudian perempuan tersebut akan digilir dengan anggota militan yang lainnya.

Dan seorang juru bicara yang berasal dari Partai demokrasi Kurdi, yang merupakan salah satu kekuatan yang sedang melawan dan bertempur untuk melawan ISIS di Irak menyatakan,” sudah 250 perempuan anak peremouan yang telah dibantai oleh kelompok ekstrimis ISIS.”

Sain Mamzuni selaku juru bicara mengatakan. “ Saat ISIS menguasai dan memasuki kota Mosul, militan ISIS mengunjungi dan mendatangi seorang keluarga yang memiliki anak gadis.

Dan dalam setiap kunjungannya ke rumah atau keluarga, militan ISIS selalu melakukan upaya pemaksaan dengan membuat keluarga gadis-gadis itu menerima tawaran untuk jihad seksual.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts