11:48 am - Monday 27 September, 2021

Melihat Rahasia Jejak Kaki Kim Jong Un saat di Indonesia

Apr 6, 2017 1012 Viewed Sinta Rizki

Sosok fenomenal dan juga kontroversial yaitu Kim Jong Un yang merupakan pemimpin dari Korea Utara memiliki sejumlah sejarah yang tak dapat begitu saja dilewatkan.

Perusahaan pengamanan siber yang berasal dari Rusia, Kaspersky, menemukan fakta mencengangkan dari sosok Kim Jong Un tersebut. Indonesia merupakan satu dari 18 negara yang menjadi sasaran peretas asal Korea Utara.

Bahkan laporan dari stasiun televisi CNN menyebutkan bahwa sasaran utama para peretas dari Korea Utara adalah sistem perbankan untuk membiayai program senjata nuklir di Korea Utara.

Terjadinya operasi peretasan yang dilakukan oleh Korea Utara ini terus berkembang dan semakin berani. Sebelumnya, aksi peretasan tersebut hanya menargetkan Korea Selatan yang menjadi musuh abadinya, kini negara tersebut telah menargetkan sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia.

BACA JUGA :  54% dari Warga AS Ingin Hantam Donald Trump

Adapun kabar serangan peretas yang berasal dari Korea Utara ini muncul di Indonesia tak lama sejak peristiwa tewasnya Kim Jong Nam yang berusia 53 tahun, kakak tiri dari Kim Jong Un, di Malaysia pada Februari lalu.

Dimana kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia tersebut melibatkan WNI yang bernama Siti Aisyah. Dilansir dari The Star, pihak Korea Utara menggunakan intel-intel yang sudah memenuhi kualifikasi yang akan bekerja sebagai insinyur, konsultan teknik di bidang industry konstruksi dan juga restoran Korea dalam menyamarkan aksinya di Malaysia dan Singapura.

Di Indonesia sendiri, sumber tersebut mengatakan bahwa badan intelijen milik Korea Utara, RGB juga diketahui beroperasi di sejumlah pabrik tekstil di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Terdapat salah satu toko pakaian yang berlokasi di atas sebuah restoran Korea Utara yang bertempat di Jakarta merupakan bagian dari kantor RGB di Indonesia.

BACA JUGA :  Tidur Pulas Saat Potong Rambut, Polisi Jadi Panik. Begini Kejadiannya!

Para peneliti dari berbagai perusahaan keamanan siber menemukan bahwa Korea Utara ini berusaha membangun jaringan dari bank yang sudah terinfeksi untuk memindahkan uang yang dirampok tersebut.

Seperti uang berjumlah jutaan dolar yang dicuri dari akun bank Bangladesh di New York Federal Reserve, diketahui dipindahkan ke Sri Lanka dan sebuah kasino yang terdapat di Filipina.

Korea Utara sendiri diketahui mencoba untuk mendapatkan uang tersebut melalui salah satu bank yang telah terinfeksi di Asia Tenggara, berdasarkan dari keterangan peneliti di FireEve. Uang tersebut tidak menutup kemungkinan untuk digunakan sebagai biaya pengembangan senjata nuklir Korea Utara.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts