11:59 pm - Senin Agustus 19, 2019

PA 212 Rupanya Takut Dengan Ahok, Bikin Tudingan Ahok Gabung PDIP Untuk Balas Dendam

392 Viewed dewanti
Ahok Gabung PDIP

BukaFakta.com – Hanya karena satu orang bernama Ahok, banyak yang ketakutan hingga panik. Satu orang tapi pernah didemo oleh tujuh juta umat (angka khayalan). Satu orang yang ternyata begitu ditakuti dan harus diserang ramai-ramai dan ditambah dengan pengerahan massa.

Ahok bebas, ternyata membuat mereka tidak lega, malah terlihat makin paranoid. Begitu bebas, hanya dalam selang waktu beberapa hari, Ahok bergabung dengan PDIP dan membuat banyak orang bereaksi. Ada yang menyambut dengan gembira, tapi tidak sedikit yang keringat dingin.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengungkapkan PA 212 curiga bergabungnya Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam pada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” kata Adi.

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan. “Jadi kelompok 212 sekalipun Ahok hanya anggota biasa di PDIP dikhawatirkan dia mengakumulasi kekuatan politiknya di PDIP apalagi berpotensi jadi menteri dan seterusnya. Ini akan menjadi ancaman besar terhadap 212,” katanya.

Di sisi lain, menurut Adi, bergabungnya Ahok ke PDIP juga untuk menggaet suara para Ahoker yang belum menentukan pilihan. Dengan demikian, Ahoker akan ikut melabuhkan dukungannya ke PDIP dan Jokowi-Ma’ruf Amin. “Ahokers minimal tidak galau. Mereka tidak galau apalagi mengancam golput untuk memilih di 2019. Ahokers kan timbuh di mana-mana, menantikan kiprah Ahok di politik. Setelah Ahok ke politik masuk ke PDIP ini, loyalis-loyalis Ahok ini akan berdenyut di mana-mana,” tutur Adi.

BACA JUGA :  Basuki Tjahaja Purnama Tolak Ambil Cuti Menjelang Pilkada 2017

PA 212 kenapa jadi paranoid sendiri? Lagian kalau memang tidak bersalah kenapa harus panik dan ketakutan? Atau jangan-jangan ada yang merasa berdosa dan banyak salahnya ya? Pepatah berani karena benar takut karena salah, sepertinya bisa jadi sebuah pesan moral yang bagus buat mereka.

Sikap mereka yang seolah tidak tenang dan berprasangka buruk seolah ingin membuktikan kalau mereka ini salah. Sebuah pengakuan bahwa kasus Ahok adalah sebuah kriminalisasi. Memang sudah sangat jelas, sejak Ahok akan dilantik jadi gubernur mereka sudah berusaha menggagalkannya dengan melakukan demo besar-besaran, bahkan sempat mengangkat seseorang menjadi gubernur pilihan mereka sendiri alias gubernur tandingan yang sekarang entah ke mana batang hidungnya. Sepanjang perjalanan mereka selalu mencari setiap celah kesalahan Ahok untuk diblow-up, hingga akhirnya lewat kreasi Buni Yani mereka berhasil menghentikan karir Ahok melalui tekanan massa dalam demo berjilid-jilid. Mereka malah membongkar kedok sendiri.

BACA JUGA :  Mencari Penyebab Kalahnya Ahok dari Anies

Padahal Ahok belum apa-apa, pemanasan saja belum, tapi mereka sudah kalang kabut duluan tanpa alasan yang jelas, melainkan hanya melalui prasangka aneh-aneh yang tak masuk akal.

Takutnya mereka adalah hal paling tak logis. Bukankah mereka punya banyak massa? bisa mencapai 7 juta orang. Masa sih tak bisa melawan satu orang saja? Bukankah mereka pernah menggolkan Ahok melalui pengerahan massa? Harusnya Ahok yang trauma dengan mereka, tapi mereka yang malah seperti melihat hantu seram kalau sudah bicara tentang Ahok.

Mereka sering mengaku sebagai bagian dari perjuangan umat Islam yang membela agama. Saat aksi tiga angka, mereka mengatakan itu adalah aksi bela agama karena ada seorang penista agama yang telah melecehkan ayat.

Tapi ini aneh sekali. Cobalah pikirkan baik-baik! Ahok waktu berkuasa, mereka ketakutan. Ahok di dalam penjara mereka masih saja ketakutan. Ahok bebas mereka malah makin ketakutan. Mereka ini bukannya takut kepada Tuhan, tapi malah takut dengan satu orang manusia biasa. Tak heran sih, agama saja dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Mereka tidak malu menggunakan agama tapi ujung-ujungnya diseret ke politik.

Dan satu lagi soal dosen di atas. Itu dosem kok malah diskusinya dengan Novel Bamukmin dan PA 212? Rasanya sangat tidak penting seorang dosen membahas masalah ini.(Xhardy/Seword)

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts