8:19 pm - Jumat September 8, 2017

Pasangan Ahok Kalah dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Karena Tinggalkan Temannya

273 Viewed Sinta Rizki

Rhenald Kasali, seorang founder rumah perubahan menilai bahwa kekalahan Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama ini dikarenakan dirinya telah meninggalkan relawan setianya, yaitu teman Ahok. Menurutnya, relawan tersebut sangat berperan sekali dalam setiap kontestasi politiknya.

Dia pun memberikan sebuah contoh saat pak Joko Widodo memenangkan dalam pilihan Presiden dan berhasil menjadi Presiden dalam Pilpres di tahun 2014 yang lalu. Saat itu, relawan sangat berperan sekali dalam proses kemenangannya, bukan partai yang berperan. Hal tersebut berlaku juga untuk Ahok. Begitulah kata Rhenald. Saat mantan Bupati Belitung Timur tersebut berpaling dari partai, pemilihannya menjadi melemah.

Sudah punya teman, Ahok justru masuk ke dalam partai yang katanya disuruh, akibatnya? Seperti itulah akhirnya. Begitulah kata Rhenald dalam acara peluncuran buku Disruption dengan Asosiasi para Penulis dan Inspirator Indonesia di rumah perubahannya, di Bekasi.

BACA JUGA :  Gempa 6,6 SR di Sumba Barat Sampai Terasa di NTB Hingga Bali

Dalam proses perhitungan cepat tersebut, pasangan Ahok dan Djarot telah kalah dari pasangan Anies dengan Sandiaga Uno. Menurut perhitungan dari real count KPU, saat itu Ahok dan Djarot telah mendapatkan suara sebanyak 2.351.438 suara atau sebanding dengan 42,05 persen. Sedangkan untuk pasangan Anies dan Sandiaga Uno lebih unggul. Karena mereka mendapatkan suara sebanyak 3.240.379 suara atau sebanding dengan 57,95 persen dari jumlah suara sah secara keseluruhan, yaitu sebanyak 5.591.817 suara.

Rhenald pun juga menilai bahwa partai politik tersebut justru disrubtif atau pengganggu. Karena, dalam hal tersebut ada lawan yang ternyata tidak kasat mata yang bisa dengan mudah untuk menyerangnya tanpa diketahui. Siapakah lawan yang tidak terlihat itu? Jawabannya adalah media yang jelas bukan teman  Рteman atau media mainstream.

BACA JUGA :  Pasukan Merah Ahok Segera Beroperasi pada 17 April 2017

Semua orang yang telah menjadi media yang sudah emnulis sendiri, dan semua orang yang telah menjadi wartawan itulah yang menjadi musuh yang justru tidak terlihat tersebut. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah buku setebal 497 halaman. Dalam buku tersebut telah mengupas semua hal, terkait dengan ancaman kehancuran untuk para politikus, pebisnis, birokrasi, dan sejenisnya, karena masih memakai pemikiran dan cara yang lama.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts