4:04 am - Tuesday 15 June, 2021

Perusahaan Google di Paris di Gerebek Karena Kasus Penggelapan Pajak

Mei 27, 2016 776 Viewed Retno
google paris

BukaFakta.com – Kantor raksasa internet Google di Paris terpaksa berhenti beroperasi, karena pada Selasa pagi 24 Mei 2016 tim penyidik pajak dan kepolisiam menggerebek kantor tersebut yang berlokasi di dekat Stasiun Kereta Api Gare Saint-Lazare.

Sekitar 100 petugas pajak dikerahkan untuk memasuki kantor Google untuk mencari bukti tentang praktik penggelapan pajak. Pihak Google sendiri juga belum memberikan penjelasan apapun mengenai insiden tersebut, namun mereka akan tetap mematuhi peraturan Perancis.

Menurut informasi, kantor Google tersebut di duga telah menghindari pajak lantaran dinilai menutupi kegiatan bisnisnya di Paris, selain itu Google juga dianggap telah melakukan pencucian uang. Penggerebekan tersebut di saksikan langsung oleh ratusan karyawan yang sedang bekerja.

“Penyelidikan akan difokuskan untuk memastikan apakah Google Ireland LTD menjalani bisnis permanen di Perancis, karena mereka tidak memberitahukan tentang kegiatan bisnis yang mereka lakukan kepada pemerintah Perancis khususnya masalah pajak. Selain itu mereka harusnya juga wajib melaporkan kegiatan fiskal, termasuk pajak pertambahan nilai.

BACA JUGA :  Balita 4 Tahun Tewas Direndam Air Mendidih

Awalnya pemerintah Perancis meminta kantor Google untuk membayar pajak sebesar 1,7 triliun dolar AS yang setara dengan Rp 23 triliun. Nominal tersebut dianggap adil jika di hitung dengan pendapatan yang dihasilkan oleh Google di Perancis, namun pihak Google tidak memberikan respons terhadap permintaan pemerintah tersebut. Juru bicara Google juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki masalah tentang pajak.

“Perusahaan kami yaitu Google selalu mematuhi peraturan pajak di Paris seperti di negara-negara lainnya. Kami juga telah bekerja sama sepenuhnya dengan pihak yang berwenang guna menjawab pertanyaan yang mereka ajukan,” jelas juru bicara Google.

BACA JUGA :  Anggota 3.000 ISIS Tewas oleh Turki

Perusahaan raksasa Google juga di tuduh mengemplang pajak sehingga berhutang sebesar 1,6 miliar Euro atau setara dengan Rp 18,3 triliun terhadap pemerintah Perancis. Akhir-akhir ini pembayaran pajak di perusahaan-perusahaan internasional menjadi pusat perhatian di berbagai pihak karena pengaturan yang memnuat mereka membayar pajak dianggap sangat kecil dibandingkan dengan keuntungan yang di dapat.

Ini bukan kali pertamanya perusahaan Google bersitegang dengan pemerintah Perancis tentang pajak, sebelumnya pada bulan Juni 2011, Google juga diawasi karena dituduh telah mentransfer dana transaksi bisnis dari Perancis ke Irlandia.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts