2:26 am - Sunday 5 December, 2021

Siang Ini, Rapat 10 Sandera WNI Digelar Jokowi

Mar 30, 2016 777 Viewed Sinta Rizki
Siang Ini Jokowi Gelar Rapat soal  WNI Disandera

BukaFakta.com – Sangat disayangkan sekali karena ada sejumlah 10 WNI (Warga Negara Indonesia), yang telah ditawan dan diduga telah dilakukan oleh sebuah kelompok beraliran keras, bernama Abu Sayyaf, dari hari Sabtu, 26 Maret 2016 kemarin.

Ketika mendapatkan konfirmasi tentang hal tersebut, akhirnya pak Presiden Joko Widodo segera menegaskan bahwa siang ini nanti akan diadakan sebuah rapat terbatas bersama dengan para menteri demi menyikapi 10 WNI yang telah ditawan oleh kelompok beraliran keras tersebut. Terlebih uang tebusan yang diminta mereka cukup besar, yaitu sebesar 50 juta peso, atau sebanding dengan 15 Miliar.

Maka dari itulah, kata pak Jokowi, siang ini nanti para menterinya akan segera dikumpulkan, saat beliau sedang diwawancarai di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, di Jakarta. Hal tersebut segera dilakukan karena bila tidak cepat – cepat, semuanya keburu terlambat, dan pada akhirnya nyawa para WNI yang akan menjadi taruhannya.

BACA JUGA :  Jokowi Membuka Sesi Tanya Jawab di Media Sosial #Jokowi Menjawab

Karena yang sudah – sudah, Abu Sayaf tersebut dikenal sebagai perompak yang sangat ganas dan sadis. Dimana mereka sudah dikenal dalam aksi pemenggalan, perampokan, dan juga pembunuhan. Sehingga hal ini membutuhkan sebuah aksi yang cepat dan tanggap supaya tidak terjadi hal- hal yang memilukan untuk para WNI yang sudah ditawan.

Dimana sebelumnya, pihak Kepala Badan Intelijen Negara, bernama Sutiyoso telah membenarkan bila kapal bernama Indonesia Brahma 12 telah dibajak oleh kelompok aliran keras Abu Sayyaf saat berada di perairan di Filipina. Saat itu, dia mengatakan bahwa ada sejumlah 10 WNI yang sudah ditawan oleh kelompok mereka tersebut.Dan tentu saja hal ini cukup mengejutkan. Karena yang membajak kapal tersebut bukan orang yang asing. Mereka memang sudah dikenal aksi kebrutalan dan aksi kerasnya tersebut.

BACA JUGA :  Tangani Kasus Ahok, Kapolri Tito Karnavian Alami Sebuah Dilema

Bahkan berdasarkan mantan Gubernur DKI menambahkan bahwa kelompok  beraliran keras tersebut telah meminta uang tebusan sejumlah 50 juta peso, atau sebanding dengan 15 Miliar ke Pemerintah Indonesia demi menebus 10 WNI yang telah ditawan tersebut.

Kapal Indonesia Brahma 12 yang telah dibajak dan diduga dilakukan oleh kelompok beraliran keras, bernama Abu Sayyaf saat berada di perairan Filipina ini berbobot 209 ton dan telah diketahui sedang membawa batubara. Sementara untuk berita selanjutnya akan disampaikan nanti siang setelah hasil diskusi dan rapat antara para menteri bersama dengan Presiden Jokowi telah dihasilkan.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts