3:58 pm - Sunday 23 January, 2022

Sulitnya Turunkan Bunga UMKM Non Subsidi ke Single Digit

Feb 28, 2016 973 Viewed Agus
Sulitnya Turunkan Bunga UMKM Non Subsidi ke Single Digit

BukaFakta.com – Beragamnya sektor penyaluran kredit yang tidak semuanya dapat diseragamkan perlakuannya, membuat rencana pemerintah untuk menurunkan suku bunga kredit ke single digit dipastikan akan menghadapi rintangan yang tidak ringan. Terlebih untuk UMKM non subsidi, diperkirakan butuh waktu lebih lama untuk sampai ke single digit. Hal tersebut disebabkan karena sifat kredit mikro adalah overhead  cost dan risk premium, selain juga karena prinsip pengelolaan kredit mikro bersifat padat karya dengan jangkauan serta jaringan kerja yang dimiliki sangat luas. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Hari Siaga, Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk.

Menurut Hari, untuk menekan over head coast pada pelaksanaan suku bunga single digit, maka efisiensi operational expenditure perlu dilakukan,  agar penurunan suku bunga kredit mikro non-subsidi tidak sampai mengurangi laba dan NIM (net interest margin). Karena itulah strategi yang dilakukan BRI adalah mengurangi cost of fund serta meningkatkan CASA di tahun 2016 menjadi diatas 59%.

BACA JUGA :  PROMO Terbaru Harga Tiket BTS Wings Tour Hanya Rp 1 Juta

Selain itu, agar bunga kredit mikro non subsidi dapat mengalami penurunan secara cepat, menurut Hari, BRI akan merealokasi portofolio kredit ke segmen yang memiliki risiko lebih rendah guna menurunkan risk premium. Porsi kredit mikro non subsidi BRI sendiri, tambahnya, masih cukup dominan, yakni sebesar 97% dari total kredit.

Pendapat lainnya disampaikan Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Keuangan Bank Mandiri, yang menilai bahwa kredit mikro harus memperoleh perlakuan khusus, terkait dengan pemberlakuan suku bunga, sebab kredit UMKM memiliki sifat cost to serve yang mahal.

“Itu sebabnya, agar suku bunga UMKM non subsidi turun ke single digit butuh waktu bertahap dan tidak dapat dilakukan secara cepat,” kata pria yang akrab dipanggil Tiko ini.

Untuk porsi penyaluran kredit mikro yang dilakukan Bank Mandiri pada akhir tahun lalu sebesar Rp. 42,5 trilliun atau meningkat sebesar 22,9%, dan jumlah tersebut terbesar kedua setelah BRI dari sisi jumlah penyaluran kredit mikro.

Agar dalam waktu dekat suku bunga UMKM non subsidi dapat turun ke single digit, Tiko menyarankan agar pemerintah dapat sesegera mungkin memperbaiki serta menurunkan beberapa indilkator suku bunga, seperti BI Rate dan risk free rate.

BACA JUGA :  AMAN: FREEPORT Hentikan Program PHK Sejak Maret

Jika bank konvensional terkesan tidak terlalu terbebani dengan rencana pemerintah untuk menurunkan suku bunga kredit ke single digit, tidak demikian halnya dengan bank syariah yang merasa kesulitan untuk merealisasikan penurunan suku bunga ke single digit di tahun 2016. Penyebabnya adalah risiko bisnis pembiayaan mikro dirasa masih relatif tinggi bagi bank syariah.

Menurut Harry Arief Soepardi Sukadis, Direktur Utama BTPN, sebagai bank syariah yang belum lama terbentuk, BTPN Syariah masih harus melakukan banyak investasi, sehingga penurunan suku bunga kredit harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur. Bank BTPN sendiri, hampir seluruh pembiayaannya diarahkan ke mikro, dan suku bunga bagi pembiayaan mikro tersebut diharapkan akan dapat turun jika cost of fund turun.  (*)

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts