5:38 pm - Jumat Januari 18, 2019

Terkait Suap Kemenakertrans, Wakil Ketua Komisi IX DPR Diperiksa KPK

284 Viewed Dean
Terkait Suap Kemenakertrans, Wakil Ketua Komisi IX DPR Diperiksa KPK

BukaFakta.com – KPK (Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menjadwalkan pemeriksaan atas Wakil Ketua Komisi XI yaitu Soepriyatno karena terkait dengan suap Kemenakertrans, tepatnya pada hari Selasa, 21 Februari 2017.

Politikus Partai Gerindra itu bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pembahasan anggaran untuk dana optimalisasi Direktorat Jenderal Pembinaan pembangunan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KT) pada Kementerian Tenaga Kerja an Tramigrasi (Kemnakertrans) tahun 2014.

Febri Diansyah sebagai juru bicara KPK telah mengatakan bahwa Soepriyatno diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan politikus Golkar Charles Jones Mesang yang telah berstatus tersangka. Saat tindak pidana itu terjadi, Soepriyatno merupakan Wakil Ketua Komisi IX DPR.

“Soepriyatno diperiksa sebagai saksi untuk tersangka CJM (Charles Jones Mesang),” kata Febri.

Tak hanya Soepriyatno, penyidik juga memanggil istri Soepriyatno yang jugamantan Wakil Ketua Komisi IX lainnya, Nova Riyanti Yusuf. Seperti halnya Soepriyatno, Noriyu juga diperiksa sebagai saksi.

“Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan atas nama mantan Wakil Ketua KomisiIX Irgan Chairul Mahfiz sebagai saksi untuk tersangka CJM,” ungkap Febri.

BACA JUGA :  Sebelum Membunuh, Korban Diajak Andi Pakai Sabu

Sebelumnya, Febri menyatakan, KPK akan terus mengusut kasus ini, termasuk mendalami keterlibatan pihak lain. Selain Charles Jones Mesang yang telahberstatus tersangka, diduga ada pihak lain yang turut menerima uang darimantan Dirjen 2KT, Jamaluddien Malik yang telah menjadi terpidana.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jamaluddien disebut mendapatkan uang sebesar Rp 6,7 miliar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut sebagian dari uang itu diberikan pada beberapa pihak, termasuk Menakertrans saat itu, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang disebut menerima Rp 400 juta dari Jamaluddien Malik. Febri membantah KPKmengabaikan fakta persidangan ini. Menurutnya, tim penyidik KPK masih menelusuri informasi tersebut.

“Jadi ada dua hal, pertama soal kecukupan informasi, kedua jika bicara lebih jauh, ada yang namanya strategi penyidikan. Jadi hal-hal seperti itu,” katanya.

Febri telah memastikan bahwa pihaknya bakal mendalami lebih jauh kasus ini termasuk dengan memeriksa Cak Imin. Apalagi, kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Jamaluddien Malik. Namun, Febri mengaku belum mengetahui secara pasti waktu pemeriksaan terhadap Cak Imin.

BACA JUGA :  Impor Ilegal Jeroan Sapi Tertangkap Petugas Bea dan Cukai Seberat 163,5 Ton

“Jadwal pemeriksaan nanti akan kami sampaikan,” katanya.
‎‎
KPK menetapkan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Charles J Mesang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan anggaran untuk dana optimalisasi Ditjen P2KT Kemnakertrans tahun 2014.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR periode 2009-2014, Charles diduga menerima hadiah sebanyak Rp 9,750 miliar atau 6,5 persen dari total anggaran optimalisasi. Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Charles yang kini menjadi anggota Komisi II DPR disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Namun, Jamaluddien Malik telah dijatuhi hukuman pidana enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider satu bulan kurungan. Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman kepada Jamaluddien untuk membayar pengganti kerugian negara sebanyak Rp 5,4 miliar.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts