10:57 am - Monday 27 September, 2021

Tindakan Yahoo Setelah Lebih dari 1 Milyar Data Pengguna Yahoo Terbobol

Des 16, 2016 973 Viewed Dean

BukaFakta.comYahoo telah mengumumkan bahwa terdapat 1 milyar pengguna Yahoo yang telah diretas oleh pihak tak bertanggug jawab pada Agustus 2013 lalu. Pada tahun berikutnya yakni 2014 jumah tersebut meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Bahkan baru – baru ini hal tersebut kembali terulang pada September 2016 lalu. Ketika itu tercatat 500 juta pengguna yahoo diretas dan diambil datanya oleh seorang peretas yang diduga berasal dari suatu negara tertentu.

Peretasan akun tersebut secara otomatis terkena akibatnya dimana informasi akunnya sudah tak privasi lagi seperti nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, hash password yang memakai MD5, hingga di beberapa kasus, berhubungan dengan pertanyaan dan jawaban keamana yang dienkripsi atau pun tidak. Hal ini tentu saja merugikan pihak yang bersangkutan. Hal ini diungkapkan oleh Bob Lord yang merupakan Chief Information Security Officer Yahoo.

BACA JUGA :  PM Belgia Jadi Target Selanjutnya Pembom Brussels

“Penyelidikan menunjukkan bahwa informasi yang dicuri tidak termasuk password dalam bentuk teks, data kartu pembayaran, atau informasi rekening bank. Sebab, data kartu pembayaran dan informasi rekening bank disimpan dalam sistem perusahaan yang terpercaya,” ungkap Lord, dalam keterangannya di laman yahoo.tumblr.com, Rabu (14/12) waktu Amerika Serikat.

Berdasarkan keterangan dan analisis para ahli mengungkapkan bahwa ada pihak ketiga yang melakukan pembobolan data data pentig yang dimiiki oleh pengguna secara tidak sah. Yahoo pun tak tinggal diam menanggapi permasalahan ini. Dengan sigam Yahoo mengamankan akun pengguna dan menjalin kerjasama dengan pihak yang berwajib untuk mengusutnya secara hukum.

“Kami belum bisa mengidentifikasi intrusi terkait dengan pencurian data ini. Namun, kami percaya, kejadian ini mungkin berbeda dari insiden yang telah kami diungkapkan pada tanggal 22 September 2016,” ungkapnya

BACA JUGA :  11 Situr Resmi Diblokir Oleh Pemerintah, Apa Sebabnya ?

Yang membuat situasi semakin genting adalah, adanya sebuah kenyataan bahwa peretas akun yahoo tersebut sudah berhasil membobol akses kode program rahasia yang sedang dikembangkan oleh Yahoo. Kode tersebutlah yang digunakan oleh peretas untuk membuka akun yahoo tanpa menggunakan password.

“Ahli forensik telah mengidentifikasi akun-akun yang diyakini sudah dipalsukan cookies-nya, dan kami juga sudah membatalkan validasi untuk cookies palsu itu,” ungkap Lord.

Untuk mengatasi hal tersebut Yahoo telah mewajibkan seluruh penggunanya untuk mengganti password. Hal tersebut dinilai lebih tegas dibandig dengan tindakan Yahoo sebelumnya yang hanya menganjurkan dan tidak mewajibkan pengguna Yahoo untuk mengganti passwordnya. Tak hanya itu Yahoo kini juga telah membatalkan pertanyaan dan jawaban keamanan terenkripsi, dengan begitu peretas tak dapat menggunakan akun yang telah berhasil di bobolnya.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts