11:54 am - Monday 27 September, 2021

Trump: Indonesia Negara Curang

Apr 9, 2017 1100 Viewed Sinta Rizki

BukaFakta.com – Presiden Donald Trump, yang merupakan presiden baru Amerika Serikat kembali berencana menerbitkan perintah eksekutif untuk mengurangi deficit perdangan. Kini, angka perdagangan Amerika Serikat tersebut mencapai USD 50 miliar atau jika dirupiahkan menjadi Rp 666,8 triliun, dan menyebutnya sebagai peringatan terhadap mitra dagang seperti negara China.

Seperti yang dilansir dari AFP, Trump menyebutkan beberapa negara dan Indonesia menjadi salah satu negara yang dianggapnya curang diantara 16 negara lainnya. Kecurangan yang dilakukan Indonesia, menurut Trump hingga membuat deficit besar bagi AS. Selain China dan Indonesia, ada beberapa negara lainnya seperti Kanada, Prancis, Jerman, India, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Korea Selatan, Swiss, Thailand dan Vietnam.

BACA JUGA :  Tersangka Aksi Teror di Brussels Dibebaskan! Kenapa?

Seperti yang disebutkan oleh pejabat teras pemerintahan, Trump akan menerbitkan perintah eksekutif baru untuk menghapus penyebab dati deficit perdagangan tersebut, langkah awal untuk mengubah seluruh retorika dagang secara nyata. Adapun perintah tersebut baru akan diterbitkan setelah adanya hasil analisa yang dilakukan terhadap negara maupun produk selesai dilakukan.

Hasil tersebut selanjutnya akan dilaporkan Menteri Perdagangan, Wilbur Ross kepada Trump dalam waktu 90 hari. Trump beserta jajarannya tersebut akan mencari berbagai bukti kecurangan yang dilakukan oleh 16 negara tersebut, seperti perilaku yang tidak pantas, wanprestasi kesepakatan dagang, lemahnya penegakan hukum, mekanisme keuangan dan masalah Organisai Perdangan Dunia yang rumit.

Menurut Ross, semua hal tersebut akan menjadi dasar untuk membuat keputusan bagi pemerintahan Amerika Serikat. Namun dalam negara-negara yang termasuk dalam daftar tersebut, China disebut sebagai otak utama dari kecurangan tersebut. Hasil tersebut disebutkan sebagai tembakan peringatan terhadap Beijing.

BACA JUGA :  Pencapaian Kesuksesan oleh Dr. Zakir Naik dalam Dakwahnya

Namun menurut Ross, tidak cukup bukti untuk mengatakan bahwa China adalah penyebab nomor satu dalam defisit yang dialami oleh Amerika Serikat tersebut. Diduga berbagai negara lainnya juga berpotensi untuk terlibat dalam aksi tersebut.

Sehingga hal ini merupakan salah satu hal yang menjadi pekerjaan yang cukup berat bagi pemerintahan Trump untuk mencari bukti sebanyak mungkin terhadap negara-negara yang mereka rasa dapat berpotensi untuk ikut terlibat dalam menyebabkan defisit di negara adidaya tersebut.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts