11:26 am - Monday 27 September, 2021

Video Terakhir Tawanan Dirilis Abu Sayyaf, Tebusan Tidak Dibayar

Mei 24, 2016 971 Viewed Sinta Rizki
tawanan abu sayyaf

BukaFakta.com – Kini kelompok dari separatis bersenjata geng Abu Sayyaf ayang ada di Filipina telah kembali mengunggah video terbarunya yang memperlihatkan 3 tawanan yang berasal dari Filipina, Kanada, dan juga Norwegia.

Video yang telah diluncurkan kemarin itu disebutkan sebagai video yang terakhir sebelum akhirnya kelompok Abu Sayyaf akan segera membunuh ketiga tawanan yang telah diunggah tersebut, sebagai akibat dari permintaan uang tebusan yang dimintanya tersebut tidak segera dibayar.

Kelompok dari Geng Abu Sayyaf yang kini sudah berbaiat dengan ISIS telah menetapkan tanggal terakhir pembayaran tebusan untuk ketiga tawanan dari berbagai negara tersebut. Tanggal penetapannya itu adalah di tanggal 13 Juni 2016 mendatang.

Ketiga tawanan yang berasal dari 3 Negara itu adalah Kjartan Sekkingstad yang berasal dari Norwegia, kemudian ada Robert Hall yang berasal dari kanada, dan ada juga Marites Flor yang juga berasal dari Filipina.

BACA JUGA :  Hari Ini Hasil UN SMA Th 2016 Akan Diumumkan!

Berdasarkan keterangan dari  badan pemantau intelijen dari SITE, bahwa video tersebut dibuka dengan sebuah sosok Flor yang tengah menggunakan jilbab dengan mengatakan sebuah pesan kepada Duterte, selaku sebagai presiden dari Filipina yang baru saja dipilih.

Setelah itu, Hall juga menyampaikan pesannya kepada Duterte dimana dia telah menuding bahwa pemerintah Kanada telah mengabaikan nasib keluarganya dan juga nasibnya yang selama ini ditawan oleh pihak Abu Sayyaf.

Hall meminta supaya pemerintah Kanada segera melakukan negosiasi kepada pihak kelompok Abu Sayyaf lewat orang ketiganya, yaitu June yang kini ada di bagian kedutaan Kanada, hanya saja dia tidak mau mengatakan siapakah June itu. Yang pasti, video tersebut telah diunggah dari 23 Mei 2016 kemarin.

Pesan terakhir dari warga Kanada tersebut menyebutkan bahwa dia hidup seperti itu setiap hari, dimana saat tidur selalu dikelilingi oleh ratusan pria bersenjata yang selalu menyuruhnya seperti anak kecil. Selain itu, dia juga kerap dipermalukan. Bahkan, kini ada salah seorang dari mereka yang sudah dibunuh. Maka dari itulah, dia berharap bahwa nasibnya segera diupayakan, karena kini dia berada dalam kondisi ¾ mati.

BACA JUGA :  ISIS Bombardir Serang AS dan Eropa saat Ramadhan!

Seperti yang telah diketahui bahwa Abu Sayyaf telah membunuh tawanan dari kanada yang lain, yaitu John Risdel dari bulan lalu. Saat itu, mereka telah ditangkap dari bulan September 2015. Berdasarkan laporan dari media Filipina, saat itu Abu Sayyaf meminta uang tebusan kepada mereka sebanyak USD 6,3 Juta atau sebanding dengan 86 M, dimana untuk masing – masing tawanan harus segera dibayar dari 25 April 2016 silam.

Don't miss the stories follow BukaFakta.com Berita Aktual Independen dan Terpercaya and let's be smart!
Related posts